Selasa, 30 Juni 2009

Hanya ada air hujan dan air mata ini...

Seperti biasanya aku lewatin keramaian kota ini setiap aku menuju jalan pulang ke rumah...
Di atas kendaraan ini selalu ada aku dan suara angin malam yang terdengar seperti mengalunkan sebuah syair kehidupan..

tesh..tesh..tesh...(suara tetesan hujan), saat ku sedang menerawangkan pikiranku dengan ditemani angin malam yang berhembus mengitariku... kumerasakan anginku tertahan oleh tetesan hujan, hujan sepertinya akan besar,, ku memutuskan pada temanku untuk berhenti dan aku memilih pulang menggunakan angkutannya Um (angkutan Umum)..
HHhmmm.. sekarang aku hanya sendiri, suara angin itu sudah tak terdengar lagi..
jadi aku hanya memilih terdiam,, aku ga mau hanya diam dan merasakan kesepian, kuambil mp3ku dan mulai kudengarkan senandung favoritku sekarang ini Efek Rumah Kaca "Jatuh Cinta", lagunya memang aneh,, tapi cukup mewakili hatiku saat ini..
kemudian kuperhatikan kehidupan di luar kaca jendela angkutan ini yang mulai kacanya buram karena tetesan air hujan,,

Entahlah.. suasananya membuatku jadi teringat akan rasa kesalku dan rasa sedihku saat ini,,
Aku kesal dan sedih dengan pekerjaanku yang tiada ujungnnya harus kuselesaikan,, selain itu aku kesal dan sedih karena saat aku baru saja ditinggalkan salah satu anggota keluargaku, aku masih sendiri, dan tak ada priaku untuk menghiburku,, kuingat lagi kekesalanku pada pria itu dengan semua kebiasaannya menghilang!!!
aku kesal dan akhirnya sebelum jalanku menuju pulang tadi, sempat aku memutuskan dan beremail pada kakak dari priaku, bahwa aku akan mulai berhenti untuk menghubunginya karena kelelahanku yang sedang pada puncaknya.. (pikirku ini adalah suatu kewajaran karena aku manusia) jika kuingat kemarahanku aku sudah tak bisa apa-apa, sudah tak ada teman, saudara, sahabat di dalam angkutan ini hanya ada tetesan air hujan diluar dan tetesan air mata ini yang menemaniku...


risma dan lamunannya
23/06/09

NB : Semoga Priaku menyadari kesalahannya.

Bulan Juni Yang Penuh Dengan Air Mata..

Penuh dengan air mata..

Bukan hanya air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan pun mengisi hidupku di bulan juni ini, bulan juni tahun 2009 dimana ada cerita, kenangan, serta makna yang telah aku dapatkan.

Satu bulan yang sangat terasa begitu panjang bagiku.

Begitu banyak hal yang akan selalu kukenang dan akan selalu kusimpan dihati,
tepatnya tanggal 9 juni adalah hari kelahiran dari sahabatku yang selalu mengisi hari-hariku. akan selalu kusimpan kenangan indah dan membahagiakan ini sebagai bahan cerita menjelang tidur untuk anak cucuku kelak, dan akan kuceritakan pada mereka, bahwa persahabatan itu indah..

1 minggu setelahnya tanggal 18 juni adalah hari dimana nenekku meninggalkan kami semua, orang pertama dari keluarga besarku yang telah mendahului kami semua, kepergiannya yang sangat tak terduga dan membuat setengah hatiku merasakan kekosongan, akan selalu kuceritakan kisah kemuliaan beliau yang begitu kuat menghadapi penyakitnya, dan pasti akan menjadi suatu kisah yang luar biasa.

Kemudian kesedihan untuk kisah cintaku yang mungkin hanya akan kusimpan dihatiku, mungkin akan kuceritakan jika kelak ada yang membutuhkan saranku, tanggal 28 juni 2008. Untuk seseorang yang aku cintai tapi mungkin belum dapat bersatu karena takdirku dan takdirnya belum bertemu. (Hhhhmmm.. berharap ada perubahan yang terjadi).

Akhir dari bulan juni 2009 tepatnya tanggal 29, ditutup dengan kesedihan untuk teman pengantarku jika aku butuh bodyguard saat mengambil uang di ATM, sahabat bagi semua anak neverland, salah satu pencetus berdirinya neverland skate dibawah yayasan yang dimiliki Om ku. Meninggal saat dirinya benar-benar sangat berperan bagi kami semua, anak yang membanggakan, ramah, ceria dan kadang-kadang konyol. Kisahnya pasti akan selalu menjadi cerita menarik bagi semua generasi penerus Neverland.

Semuanya adalah kisah dari sepenggal kehidupanku yang telah kujalani.
Kebahagian yang telah kualami akan selalu kusyukuri dan kepahitan yang telah kurasakan sepahit apapun itu pasti akan kuhadapi, karena hidup masih harus terus berjalan.

Tuhan selalu kuatkanlah langkahku menghadapi semua perjalanan hidupku yang akan kutempuh kelak..
Amien..


Risma Choerunnisa
30/06/2009

Senin, 22 Juni 2009

Pria Bersepeda Itu...

Hei.. hei.. siapa dia??,(terlepas dari lagu yang ga banget ini hihiihi :D), tiba-tiba saja perhatianku kali ini teralihkan pada sosok pria yang sepertinya sangat konsentrasi mengayuh sepeda yang aku sendiri tidak terlalu paham jenis sepeda apakah itu, dan merasa heran saja kok bisa dia selalu menyusul motor kami yang setiap kita tancap gas bisa 50km/jam tapi dia selalu berhasil melewati kami, walaupun sepertinya menghabiskan tenaga yang luar biasa pastinya.
Ada hal yang menarik saat memperhatikan pria itu mengayuh dan terus mengayuh sepedanya dengan penuh cucuran keringat, kulitnya yang hitam, serta sedikit senyuman dari bibirnya yang seakan memperlihatkan bahwa sudah sangat jauh perjalanan yang dia tempuh yang mengatakan aku pasti bisa sampai pada tujuanku. dalam hati aku hanya bisa bergumam dan terpesona padanya saat dia selalu berhasil melewati kendaraanku dengan sangat cekatan.
Ketika terlepas dari kemacetan yang luar biasa akhirnya jalanan mulai kembali kosong dari dempetan kendaraan, motor kami dapat melaju dengan lebih kencang kembali tapi membuatku menyesali dengan semua yang sudah aku lihat tadi aku tidak bisa dan tak mampu, meneriaki (karena takut dibilang gila :D) bahkan sepatah katapun untuk memberinya kata “SEMANGAT”. Agar dia akan terus mengejar motor kita dan kita akan sampai pada tujuan kita dengan bersamaan. Huh!! Sekarang hanya bisa menghela nafas.. karena sepertinya itu adalah kali pertama dan terakhir aku bertemu dengan Pria Bersepeda Itu…



-risma dengan pikirannya sendiri di atas motor-
10/06/2009

rasa sepi tak berarti

Malam ini seperti biasanya, pikiranku tertuju padanya...
malam ini terasa lebih sepi dibanding malam-malam yang sepi lainnya..
apakah ini pengaruh dari jiwaku yang telah dirasuki kerinduan dan dirasuki ketakutan luar biasa karena rasa sepi ini berkepanjangan saat menunggunya...
mencoba mengalihkan pikiran dan fokus pada hal lain selain dirinya, sambil terbuai dalam pikiranku aku berpikir. Rasanya jika keegoisannku ini masih dipertahankan hanya memikirkan seeseorang yang memang berarti bagiku tanpa memperhatikan sekelilingku yang justru saat ini lebih membutuhkan perhatianku. Dan aku tak mau seperti itu, jadi kuputuskan untuk tidak terlalu menggubris rasa sepi jiwaku yang telah dirasuki itu. Sekarang, lebih baik aku memikirkan hal yang lebih besar dan memikirkan hal-hal yang menyenangkan agar jiwaku tetap merasakan betapa dalam hidup ini kita tidak sendiri jadi kenapa harus merasa sepi?


risma dalam lamunannya sendiri
mei 2009

Aku tak bisa tidur..

Semalam memikirkan apa yang telah kukatakan pada sahabatku, sahabatku aku telah dan akan memutuskan kalau lebih baik aku memilih jalan tengah untuk hubunganku, "keluhku", dia pun terlihat terharu mendengar alasanku dan merasa tidak enak hati dibuatnya.
pikirkan baik2 sahabatku,"seru sahabatku".
lalu kuberikan alasan lainnya bahwa cinta tak harus memiliki, dan kalau jodoh tak akan kemana. kuyakinkan sahabatku tersebut.
Semakin berkaca-kaca matanya mendengar ceritaku. Sepertinya sahabatku telah menyesali apa yang telah dia perbuat sampai membuat efek yang besar bagi hubunganku yang sempat sahabatku berkata, jika aku bukanlah sahabat dari kalian berdua yaitu aku di pihak netral sudah kusuruh kamu untuk memutuskan dia, "sahabatku dengan sedikit geram".
aku hanya bisa diam dan tersenyum mendengar kalimat yang diucapkannya.
aku pikirkan kembali betapa beruntungnya aku memiliki sahabat yang sangat-sangat menyayangiku dan menghargaiku, dan dalam batinku aku tidak akan memaafkan diriku jika aku lebih mengutamakan keegoisanku daripada sahabatku yang lebih membutuhkanku daripada orang yang kuanggap mencintaiku tapi selalu besikap egois kepadaku.
Kemudian aku jadi teringat kembali dengan ucapanku, saat aku baru mulai mengenal cintaku kepada seseorang itu, bahwa aku akan memilih sahabatku daripada cinta. benarkah aku??
perasaan ini menggangguku dan aku tak bisa tidur.

Akhirnya Kutuliskan Catatan Ini…

Ketika sendiri, kadang terlintas apakah orang lain akan berpikiran sama sepertiku, yaitu Jika sedang tenang aku akan selalu berpikiran positif dan jika sedang gelisah maka muncullah pikiran-pikiran negatif. Sebenarnya aku lebih sering berada di posisi mana? Lebih condong berpikir positifkah atau malah lebih condong ke sebaliknya?
Terkadang merasa bingung memikirkan hal yang positif (hal baik) tapi hal positif tersebut sangat sulit untuk dikerjakan karena terlalu banyak rintangan, dan banyak juga orang yang bilang “jika berbuat baik itu sangat-sangat tidak mudah”. Dan jika kita memikirkan hal yang buruk benar-benar sangat mudah utuk dilakukan karena banyak cara dan banyak sekali hal yang mendukung, akhirnya tergantung dengan kita apakah siap dengan resiko yang harus kita terima jika memilih salah satu diantara keduanya. Kebaikan selalu berbalas hal yang baik untuk kita, dan Keburukan pastilah dibalas dengan bertambahnya dosa kita. (ngeri juga..)

Jadi sebaiknya apa yang harus kulakukan jika aku tidak bisa memilih keduanya saat sedang sendiri? Kuambil Note book, Pulpen ini serta tanpa harus kuberpikir apakah hal ini baik atau buruk, positif atau negatif, mendapat kebaikan atau malah berdosa. Akhirnya Kutuliskan Catatan ini…


risma jika sedang sendiri
mei 2009

Minggu, 21 Juni 2009

Kecupan untuk terakhir kalinya...

Malam ini aku tak bisa tidur lagi "keluhku", padahal seharian ini rutinitasku padat dan aku capek hari ini, malam semakin larut, kesunyian malam mulai menyelimuti diriku, kupejamkan mata tapi masih tetap dalam keadaan setengah sadar. Aku harus tidur!! "pikirku". akhirnya suara kesunyian dan suasana malam yang sudah tidak asing lagi ditelingaku terdengar samar dan aku mulai dikuasai rasa kantukku. Kriinnnnnggggg......... Suara nyaring dari ponsel membuatku terbangun, Uh!! siapa? "pikirku".. kalo cuma miscall iseng dari temanku, aku akan marah dan akan kumatikan ponsel "kesalku". tapi ternyata bukan, karena no nya adalah no ponsel flexi tanteku. ada apa pagi-pagi buta begini?, karena jam dinding menunjukkan pukul 03:00 pagi. kuangkat telpon itu, Neng, ini mang yayan. ini neng mang yayan mau kasih tau (dengan suara yang terdengar sangat pelan dan sedikit aneh, "pikirku"). Iya Mang yayan? (tanyaku dengan sedikit penasaran). Ini Enin, kasih tau mama sama bapak. harus secepatnya kesini semua, Enin udah repot. Ya allah.. (aku masih dalam keadaan yang masih belum connect segera memutuskan telepon dari pamanku dan memanggil kedua orang tuaku). Mam, Pap, bangun!! Enin Mam.. Mama segera bangkit dari tidurnya dan sedikit tersentak, kenapa enin? "serunya". Enin lagi repot Mam, kita harus cepat kesana, kami semua segera bergegas.

Dalam perjalanan pergi tak ada yang membuat hati kami ada sedikit saja firasat, hanya malam ini kusadari bentuk bulan tak terlihat sempurna, bulan itu berbentuk 1/4 sabit (bagiku setidaknya bulan malam ini terlihat indah). Sesampainya di rumah Enin, kulihat ada hal yang sebenarnya dari jauh hari, kami semua sudah bersiap dengan apa yang akan menjadi kehendakNya jadi kita semua akan berusaha tegar dan tidak menangis, tapi saat kulangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, hatiku terasa sangat menyakitkan, dan kemudian sekujur tubuhku tiba-tiba lemas, aku tertunduk menangis dan kusenderkan tubuhku pada tembok rumah. kulihat Mama dan juga yang lainnya ikut menangis dengan terus bergumam Innalillahi Wainna ilaihi Rojiun.
Enin!! Teriakku dengan suara nyaring tapi lemah, Enin!! tubuh ini terasa sangat lemas, Ya Allah, hatiku sangat sakit dan aku merasakan kehilangan yang sangat amat, aku tak bisa berdiri hanya bisa menangis dan bersujud, mencoba untuk memeluk dan kucium tangannya tapi air mataku tak bisa berhenti. Tidak, jangan menangis dan meneteskan air mata pada orang meninggal itu malah akan meninggalkan kesengsaraan bagi orang yang meninggal, dan aku hanya bisa menangis di sisinya sambil bersujud, aku sangat merasakan kehilangan yang luar biasa.Aku mencoba untuk menghentikan tangisku dan tidak histeris, aku masih mencoba menahan rasa histeris itu.sinar mentari akan segera terbit, sepertinya enin sudah harus dimandikan, tak akan kusia-siakan kesempatan di saat-saat terakhir ini.

Memandikan jenazah adalah pengalaman pertama bagiku, rasanya aneh,, memandikan seseorang yang sudah meninggal. apalagi ini adalah nenekku sendiri.. sangat tidak sulit saat memandikan beliau karena sebelum ajal menjemput beliau, beliau sudah dimandikan dan dibersihkan dengan baik oleh bibiku. (mungkin ini adalah suatu firasat). aku terdiam setelah memandikan beliau aku jadi malas untuk bersapa dengan para saudara yang datang mengunjungi. karena perasaanku sedikit kacau balau dan campur aduk. saatku melamun aku mendengar sedikit obrolan dari bibiku yang sampai akhir hayat nenekku masih terus mengurusnya. kudengar pada saat enin meninggal, tak ada yang tahu beliau sudah meninggal. bahkan kakekku yang selama 2 bulan ini tidak pernah nyenyak tidurnyapun tak sadar jika nenekku sudah meninggal, hanya saja pada saat itu nenekku sudah ditemukan meninggal sekitar pukul 2 pagi, saat kakekku akan sholat malam. (Ya Allah.. betapa engkau mempermudah Enin, saat beliau dalam keadaan sakaratul maut sampai tidak membangunkan dan menyusahkan kami keluarganya, inikah bentuk KeagunganMu ya Allah..).

Kuingat kembali sekilas saat-saat nenekku masih sakit di rumah sakit dan saat aku beberapa kali pernah menengoknya, Tak pernah seingatku beliau mengatakan bahwa beliau merasakan sakit, beliau selalu ingin membuat kami berpikir bahwa beliau tidak apa-apa dan sudah sembuh. aku kembali meneteskan air mataku dan merasa malu pada diriku sendiri, aku tau penyakit yang diderita beliau adalah komplikasi jantung dan ginjal, pasti rasanya sangat luar biasa menyakitkan dan akan membuat setiap orang yang mengalaminya akan terus meraung-raung kesakitan, tapi beliau tak pernah mengeluh akan kesakitannya, beda sekali dengan aku yang jika ada satu nyamuk yang menggigitku aku akan teriak dan selalu mencaci, Nyamuk kurang ajar, ga disekolahin apa??!!!.

Tetesan air mata ini sangat perih dihatiku. Ya allah, memang ini sudah saatnya bagi beliau, dan Engkau selalu memberikan yang terbaik bagi ummatmu. Engkau ambil enin agar penderitaan beliau akan sakitnya cepat berakhir, Engkau selalu Maha Mengetahui akan segalanya.
Ris, “sapa bibiku”. Aku kembali tersadar dari lamunanku, ris mau ikut nyolatin? Iya aku ikut, sekali lagi tak akan kulewatkan begitu saja hari terakhir ini untuk nenekku.kami sangat khusyu saat menyolatkannya walaupun aku masih sedikit linglung.

Aku mulai melamun lagi, kuingat satu persatu pepatah beliau saat beliau masih sangat sehat, aku teringat saat aku sedang sibuk dengan kuliahku dan kehidupannku sendiri enin selalu menanyakan dan menasehatiku mengenai jodoh (aku selalu merasa tersinggung dan kesal, karena kenapa masih harus ikut-ikutan memikirkan jodohku?, aku sudah besar dan itu Privasiku. lagian kuliahku belum kelar, (selalu kuanggap pertanyaan enin itu adalah suatu tekanan bagiku) padahal beliau mungkin tak pernah berpikir begitu, namanya juga orang tua pasti selalu ingin semua keluarganya bahagia apalagi aku cucu perempuan terbesar mungkin nenekku ingin melihatku bahagia. Aku selalu melarikan diriku jika aku merasa seseorang sudah menyinggungku, karena kupikir lebih baik pergi daripada membatin (hehehe ^_^”). Aku menyesal sekali saat aku selalu melarikan diri dari beliau, andai aku tidak bodoh akan kuajak enin untuk mengobrol lebih lama dan kuajak bergurau agar kerutan - kerutan di wajahnya sedikit berkurang. dasar bodoh!! "lamunku".

Tapi jika kuingat saat-saat mengharukan dan menurut keluargaku adalah salah satu titik kebanggaan beliau, yaitu saat aku wisuda. aku ikut menggiring Enin(nenek) dan Aki (kakek) untuk mengantarku, pada saat itu enin menyaksikan wisudaku, beliau melihatku di layar TV besar saat aku dinobatkan sebagai Sarjana Ekonomi. saat prosesi wisuda selesai, kulihat beliau memandangku dan kurasakan perasaan bangga itu dari beliau karena kelulusanku. Tak kulewatkan kesempatanku untuk berphoto dengan beliau dan alhamdulillah photo itu sempat aku perlihatkan sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya (hhmm.. Penting??!!).
Sinar mentari sudah mulai naik keatas, Enin sudah harus disemayamkan, kami sekeluarga memutuskan untuk menyemayamkannya di Garut dan pukul delapan kita sudah harus berangkat. Saat itu jenazah enin sudah dibalut kain kafan, dan ketika kain kafan yang menutupi wajahnya akan segera diikat, semua keluarga berkumpul dan untuk terakhir kalinya melihat wajah beliau, seseorang yang sangat mulia, seseorang yang yang sangat kami sayangi, seseorang dari Istri, Ibu, Nenek dan buyut bagi kami. Kemudian satu persatu dari kami mengecup wajahnya untuk terakhir kalinya..

Selamat Tingal Enin..
I Love U...



In memoriam Siti Aminah binti Maksum
18/06/2009


Selasa, 09 Juni 2009

KADO UNTUK SAHABATKU…



Sebuah Judul yang sudah basi sepertinya karena entah berapa kali aku pernah membaca artikel dengan judul yang sama persis, tapi terlewat dari hal tersebut, yang penting kan isinya. karena isi dari tulisanku sekarang pasti berbeda karena tulisan ini kupersembahkan bagi seseorang yang sangat-sangat berbeda dari kebanyakan orang, seseorang yang kupikir adalah orang yang perfect untuk dijadikan sebagai adik, teman, sahabat.

Berawal dari mulai bergabungnya aku ke dalam perusahaan milik Om dan tanteku. Aku mengenal sosok yang benar-benar membuatku nyaman untuk kuajak bicara selain kata iya, tidak dan anggukan darinya kuanggap kalau dia mendegar apa yang kubicarakan dan mungkin sedang benar-benar memahami sosokku, yang mungkin baginya aku sangat-sangat tidak terduga “cablak,bawel,sok ceria, garing, dan super nyebelin”. Mungkin gumamnya juga “mahluk apa ini baru kenal sudah membongkar semua yang ada di pikirannya”. Sebenarnya tanpa sosok itu sendiri sadari, itu karena aku merasa sangat nyaman, selain nyaman kupikir sosok baru itu kuanggap mahluk yang langka (hehehhe becanda..)

Hari demi hari berlalu, tahun pertama sangat luar biasa aku merasa I think I found what I called Soulmate. And she is the one. Gila, konyol, gokil, kompak, perhatian dan selalu fun,fun dan fun. Dimana ada aku dia pasti ada. Hal yang belum pernah kualami aku alami dengan sosok yang seiring berjalannya waktu sudah tidak asing lagi dan sudah aku bilang teman paling awet bagiku. Tahun kedua dan ketiga semua itu masih tetap sama dengan aku yang selalu menjengkelkan dan dia yang selalu mengalah untukku, aku ingat saat-saat aku jatuh cinta, saat aku senang, saat aku terlalu over dalam segala hal, saat aku sedih, saat kuterpuruk, saat kusial, dia selalu ada untukku. “ingat kejadian ku di Masjid alun2, ingat saat ku kabur dari rumah, saat aku bertengkar dengan seluruh keluargaku, dialah sang ojek untukku yang selalu siap antar jaga kemanapun aku mau, saat aku selalu meninggalkannya secara tiba-tiba dan bersembunyi darinya karena dia selalu membuatku jengkel, saat kecurigaan terbesarku kepadanya, saat dia ikut berlari mengejar ketinggalanku, saat aku mendengar sendawanya yang luar biasa mengalahkan sendawaku, saat dia adalah korban pertamaku dan selalu menjadi korbanku kalau tiba-tiba gas beracunku keluar, saat aku membuatnya susah untuk tersenyum, saat aku mengerjai semua kebodohannya, saat akhirnya kubuat dia yang selalu minta maaf, saat aku kadang melakukan hal bodoh dan dia yang membantuku, saat menghisap nikotin bersama karena saking jenuhnya kita, selalu berdua di tengah lapang menikmati indahnya malam beserta minuman yang kupikir haram “Green Sands” (walaupun sebenarnya 0% alcohol), saat kita nongkrong di depan mini market kesayangan membicarakan bisnis kedepan, saat aku dan dia membicarakan kejahilan dan berbuat jahil untuk seseorang, saat aku berlagak jagoan dan dia dibelakangku yang akhirnya aku mundur bila terpaksa harus memukul, saat aku mengajaknya ke tempat yang asing baginya, saat kuucapkan salam perpisahan ketika kepergianku untuk beberapa bulan, saat aku menyanyikan semua senandung untuknya jika aku dibonceng olehnya, saat kita berdua mengejek orang ga kira-kira, saat kita berdua lagi datang sifat pemalunya, saat kita berdua merasa bahwa kita adalah orang termalang sedunia, saat dia menangis dan aku selalu membuatnya menangis, banyak hal selain dari yang aku ceritakan, lebih dari itu setiap kenangan kita akan selalu kusimpan dihati selamanya tidak akan hilang akan tetap membekas dihati, Dan akhirnya, terima kasih kuucapkan untukmu sosok seseorang yang kunamakan adik, teman dan Sahabat. Kupersembahkan kado ini untukmu..

Sebuah lagu untukmu yang membuatku merasa memiliki teman yang Perfect :

PERFECT

Hold my hand, stop crying now
Everything will be ok
I'm here to be your shelter
Good or bad We are together
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect
Because I have You
Because I have
YouMake me smile with your charm
I know You try so hard to make me proud
I'm here to be a shelter
Good or bad We are together
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect
Because I have You
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect, my life is perfect
My life is perfect
Because I have You
Because I have You