Tampilkan postingan dengan label Yang ingin kutuliskan... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yang ingin kutuliskan... Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2011

Niat baik hanya sekedar memberi kok jadinya di tegur???..

Di suatu sore yang aku pikir bukan sore yang buruk. aku merasa hari itu tak ada yang salah dengan diriku, kecuali salahku paginya aku belum sempat mencuci pakaian kotorku yang numpuk berhari-hari. saat itu dimintai tolong untuk memesankan makanan untuk teman satu timku yang kelaparan, aku memutuskan untuk membelikannya nasi goreng aceh saja.

Seperti biasa tukang nasi goreng itu suka genit-genit ga penting. tapi aku ga begitu memperdulikannya dan tetap bersikap ramah dan sewajarnya. sambil menunggu nasi goreng yang kupesan aku berdiri sambil melihat tukang nasi goreng itu mulai meracik bumbunya, dan saat itu ada seorang pengemis kecil dan ibunya meminta-minta, secara refleks aku memberikan uang recehku padanya, ketika itu juga tulang nasi goreng super genit itu sedikit menceramahiku.

Lumayan kaget juga, ga disangka apa yang dia katakan sedikit membuatku tersinggung. Dia bilang "buat apa aku memberi mereka sedekah, kenapa ga kasih sedekah sama orang yang jelas memang membutuhkan". yang dimaksud tukang nasi goreng itu adalah kotak amal yang dia taro di atas meja makannya. aku tidak membalas apa yang dia omongkan sedikit berbicara dan banyak tersenyum kupikir. agar tukang nasi goreng itu kekesalannya tidak meninggi. aku hanya bilang tadi saya memberi secara reflek, ada yang minta sedekah saya reflek memberi, kembali saya tersenyum pada tukang nasi goreng, dia bilang, oh tadi reflek ya?? tapi dia bilang, lain kali kalau mau kasih dipikir dulu. kasih ke siapa dan jelas. aku pikir dalam hati, seperti yang aku tahu kita ngasih untuk siapa itu kan terserah kita soal yang dikasih itu akan menjadi mudharat ataupun tidak yang jelas saya ngasih saja. saya memang tidak berfikir seperti yang tukang nasi goreng itu fikir. dia berfikir sampai dengan penghasilan yang didapatkan pengemis itu jauh lebih besar dari yang aku sendiri dapatkan jadi menurutnya jika aku memberi mereka uang sama saja aku mendukung pekerjaan mereka untuk menjadi pengemis, tapi dalam hatiku aku tak pernah berfikir sejauh itu sampai saat tadi. karena niatku hanya memberi itu saja. Lantas saya menjadi seseorang yang salah jika berfikir demikian?? saya pun menjadi semakin tidak mengerti. tapi semenjak hari itu, mungkin apa yang dikatakan tukang nasi goreng itu ada benarnya. jadi saya sedikit harus lebih bijak dalam memberi. saya pun pergi dari kios nasi goreng dengan meninggalkan senyum di wajah dan sedikit bad mood di hati.. Astagfirullah... :(

Selasa, 12 Januari 2010

Pesawatku..

Ini udah pesawat terbang ketiga yang aku liat.
Ya, selalu exciting kalo liat pesawat terbang.
Besar, alat transportasi, bentuk unik, dan bisa terbang..
Dan konyolnya ada nilai mistiknya juga,, Hehehe..
Kadang emang kayak orang idiot, kayak anak kecil
Dan ga penting liatin pesawat kalo lagi lewat di atas..
Ga peduli posisi lagi ngapain..
Lagi duduk, lagi tiduran, lagi jalan, lagi ngobrol, lagi di motor.
Pasti pas denger suara bising mesin pesawat.
Kepala risma langsung menengadah ke atas..
Sebenarnya ada kepercayaan sendiri juga..
Dan diperkuat oleh cerita kang jimbot soal kebiasaan dia,
Ngeliatin pesawat lewat. Sewaktu dia jadi pengamen dulu.
History kang jimbot itu emang keramat penuh lika-liku,
Tapi Dream`s Come True bangetlah.. karena sekarang dia sukses!!
Nah, sebelum dan semakin dikuatkan dengan cerita kang jimbot.
Terciptalah kebiasaan ngeliatin pesawat lewat..
Trus selalu bergumam dan meminta..
Pesawat yang mana yach yang akan jadi pesawatku?
Sebenarnya dengan ngeliatin tiap pesawat yang lewat
Risma percaya bahwa suatu hari risma akan dapetin mimpi risma.
Mimpi untuk pergi ke luar negeri dan bertemu dengan seseorang..
Meraih mimpi risma dapet beasiswa ato enggak kerja disana..
Menikah dan bersama seseorang disana..
Kadang keliatannya konyol.. tapi selama risma ngerasa nyaman dan asik
Akan selalu risma lakuin kebiasaan itu..
Kayaknya enak juga kalo sambil dengerin lagunya Jeng Memes jaman dulu..
Istrinya Mas Adi Ms yang punya anak namanya Kevin,.
Keyboardis viera yang lucu itu. (naon sich ga penting!! Hehehe..)
So Yang mana Pesawatku untuk mengantarku ke AUSI? :D

Pesawatku
Biar kurakit pesawatku
Rentangkan pelan kedua sayapnya
Nyalakan sumbunya hingga terpercik api menari
Lepaskan pengaitnya
Relakan pergi ke arah bulan

(*)Tak perlu kau rindu menunggunya
Perlahan lupakan kepergiannya
Tunggulah kerling lampunya
Di saat bulan purnama tiba
Bertanda dia telah bertamu
Dengan peri kecilnya di bulan

Reff : Pesawatku terbang ke bulan
        Pesawatku terbang ke bulan

Senin, 22 Juni 2009

Akhirnya Kutuliskan Catatan Ini…

Ketika sendiri, kadang terlintas apakah orang lain akan berpikiran sama sepertiku, yaitu Jika sedang tenang aku akan selalu berpikiran positif dan jika sedang gelisah maka muncullah pikiran-pikiran negatif. Sebenarnya aku lebih sering berada di posisi mana? Lebih condong berpikir positifkah atau malah lebih condong ke sebaliknya?
Terkadang merasa bingung memikirkan hal yang positif (hal baik) tapi hal positif tersebut sangat sulit untuk dikerjakan karena terlalu banyak rintangan, dan banyak juga orang yang bilang “jika berbuat baik itu sangat-sangat tidak mudah”. Dan jika kita memikirkan hal yang buruk benar-benar sangat mudah utuk dilakukan karena banyak cara dan banyak sekali hal yang mendukung, akhirnya tergantung dengan kita apakah siap dengan resiko yang harus kita terima jika memilih salah satu diantara keduanya. Kebaikan selalu berbalas hal yang baik untuk kita, dan Keburukan pastilah dibalas dengan bertambahnya dosa kita. (ngeri juga..)

Jadi sebaiknya apa yang harus kulakukan jika aku tidak bisa memilih keduanya saat sedang sendiri? Kuambil Note book, Pulpen ini serta tanpa harus kuberpikir apakah hal ini baik atau buruk, positif atau negatif, mendapat kebaikan atau malah berdosa. Akhirnya Kutuliskan Catatan ini…


risma jika sedang sendiri
mei 2009

Minggu, 21 Juni 2009

Kecupan untuk terakhir kalinya...

Malam ini aku tak bisa tidur lagi "keluhku", padahal seharian ini rutinitasku padat dan aku capek hari ini, malam semakin larut, kesunyian malam mulai menyelimuti diriku, kupejamkan mata tapi masih tetap dalam keadaan setengah sadar. Aku harus tidur!! "pikirku". akhirnya suara kesunyian dan suasana malam yang sudah tidak asing lagi ditelingaku terdengar samar dan aku mulai dikuasai rasa kantukku. Kriinnnnnggggg......... Suara nyaring dari ponsel membuatku terbangun, Uh!! siapa? "pikirku".. kalo cuma miscall iseng dari temanku, aku akan marah dan akan kumatikan ponsel "kesalku". tapi ternyata bukan, karena no nya adalah no ponsel flexi tanteku. ada apa pagi-pagi buta begini?, karena jam dinding menunjukkan pukul 03:00 pagi. kuangkat telpon itu, Neng, ini mang yayan. ini neng mang yayan mau kasih tau (dengan suara yang terdengar sangat pelan dan sedikit aneh, "pikirku"). Iya Mang yayan? (tanyaku dengan sedikit penasaran). Ini Enin, kasih tau mama sama bapak. harus secepatnya kesini semua, Enin udah repot. Ya allah.. (aku masih dalam keadaan yang masih belum connect segera memutuskan telepon dari pamanku dan memanggil kedua orang tuaku). Mam, Pap, bangun!! Enin Mam.. Mama segera bangkit dari tidurnya dan sedikit tersentak, kenapa enin? "serunya". Enin lagi repot Mam, kita harus cepat kesana, kami semua segera bergegas.

Dalam perjalanan pergi tak ada yang membuat hati kami ada sedikit saja firasat, hanya malam ini kusadari bentuk bulan tak terlihat sempurna, bulan itu berbentuk 1/4 sabit (bagiku setidaknya bulan malam ini terlihat indah). Sesampainya di rumah Enin, kulihat ada hal yang sebenarnya dari jauh hari, kami semua sudah bersiap dengan apa yang akan menjadi kehendakNya jadi kita semua akan berusaha tegar dan tidak menangis, tapi saat kulangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, hatiku terasa sangat menyakitkan, dan kemudian sekujur tubuhku tiba-tiba lemas, aku tertunduk menangis dan kusenderkan tubuhku pada tembok rumah. kulihat Mama dan juga yang lainnya ikut menangis dengan terus bergumam Innalillahi Wainna ilaihi Rojiun.
Enin!! Teriakku dengan suara nyaring tapi lemah, Enin!! tubuh ini terasa sangat lemas, Ya Allah, hatiku sangat sakit dan aku merasakan kehilangan yang sangat amat, aku tak bisa berdiri hanya bisa menangis dan bersujud, mencoba untuk memeluk dan kucium tangannya tapi air mataku tak bisa berhenti. Tidak, jangan menangis dan meneteskan air mata pada orang meninggal itu malah akan meninggalkan kesengsaraan bagi orang yang meninggal, dan aku hanya bisa menangis di sisinya sambil bersujud, aku sangat merasakan kehilangan yang luar biasa.Aku mencoba untuk menghentikan tangisku dan tidak histeris, aku masih mencoba menahan rasa histeris itu.sinar mentari akan segera terbit, sepertinya enin sudah harus dimandikan, tak akan kusia-siakan kesempatan di saat-saat terakhir ini.

Memandikan jenazah adalah pengalaman pertama bagiku, rasanya aneh,, memandikan seseorang yang sudah meninggal. apalagi ini adalah nenekku sendiri.. sangat tidak sulit saat memandikan beliau karena sebelum ajal menjemput beliau, beliau sudah dimandikan dan dibersihkan dengan baik oleh bibiku. (mungkin ini adalah suatu firasat). aku terdiam setelah memandikan beliau aku jadi malas untuk bersapa dengan para saudara yang datang mengunjungi. karena perasaanku sedikit kacau balau dan campur aduk. saatku melamun aku mendengar sedikit obrolan dari bibiku yang sampai akhir hayat nenekku masih terus mengurusnya. kudengar pada saat enin meninggal, tak ada yang tahu beliau sudah meninggal. bahkan kakekku yang selama 2 bulan ini tidak pernah nyenyak tidurnyapun tak sadar jika nenekku sudah meninggal, hanya saja pada saat itu nenekku sudah ditemukan meninggal sekitar pukul 2 pagi, saat kakekku akan sholat malam. (Ya Allah.. betapa engkau mempermudah Enin, saat beliau dalam keadaan sakaratul maut sampai tidak membangunkan dan menyusahkan kami keluarganya, inikah bentuk KeagunganMu ya Allah..).

Kuingat kembali sekilas saat-saat nenekku masih sakit di rumah sakit dan saat aku beberapa kali pernah menengoknya, Tak pernah seingatku beliau mengatakan bahwa beliau merasakan sakit, beliau selalu ingin membuat kami berpikir bahwa beliau tidak apa-apa dan sudah sembuh. aku kembali meneteskan air mataku dan merasa malu pada diriku sendiri, aku tau penyakit yang diderita beliau adalah komplikasi jantung dan ginjal, pasti rasanya sangat luar biasa menyakitkan dan akan membuat setiap orang yang mengalaminya akan terus meraung-raung kesakitan, tapi beliau tak pernah mengeluh akan kesakitannya, beda sekali dengan aku yang jika ada satu nyamuk yang menggigitku aku akan teriak dan selalu mencaci, Nyamuk kurang ajar, ga disekolahin apa??!!!.

Tetesan air mata ini sangat perih dihatiku. Ya allah, memang ini sudah saatnya bagi beliau, dan Engkau selalu memberikan yang terbaik bagi ummatmu. Engkau ambil enin agar penderitaan beliau akan sakitnya cepat berakhir, Engkau selalu Maha Mengetahui akan segalanya.
Ris, “sapa bibiku”. Aku kembali tersadar dari lamunanku, ris mau ikut nyolatin? Iya aku ikut, sekali lagi tak akan kulewatkan begitu saja hari terakhir ini untuk nenekku.kami sangat khusyu saat menyolatkannya walaupun aku masih sedikit linglung.

Aku mulai melamun lagi, kuingat satu persatu pepatah beliau saat beliau masih sangat sehat, aku teringat saat aku sedang sibuk dengan kuliahku dan kehidupannku sendiri enin selalu menanyakan dan menasehatiku mengenai jodoh (aku selalu merasa tersinggung dan kesal, karena kenapa masih harus ikut-ikutan memikirkan jodohku?, aku sudah besar dan itu Privasiku. lagian kuliahku belum kelar, (selalu kuanggap pertanyaan enin itu adalah suatu tekanan bagiku) padahal beliau mungkin tak pernah berpikir begitu, namanya juga orang tua pasti selalu ingin semua keluarganya bahagia apalagi aku cucu perempuan terbesar mungkin nenekku ingin melihatku bahagia. Aku selalu melarikan diriku jika aku merasa seseorang sudah menyinggungku, karena kupikir lebih baik pergi daripada membatin (hehehe ^_^”). Aku menyesal sekali saat aku selalu melarikan diri dari beliau, andai aku tidak bodoh akan kuajak enin untuk mengobrol lebih lama dan kuajak bergurau agar kerutan - kerutan di wajahnya sedikit berkurang. dasar bodoh!! "lamunku".

Tapi jika kuingat saat-saat mengharukan dan menurut keluargaku adalah salah satu titik kebanggaan beliau, yaitu saat aku wisuda. aku ikut menggiring Enin(nenek) dan Aki (kakek) untuk mengantarku, pada saat itu enin menyaksikan wisudaku, beliau melihatku di layar TV besar saat aku dinobatkan sebagai Sarjana Ekonomi. saat prosesi wisuda selesai, kulihat beliau memandangku dan kurasakan perasaan bangga itu dari beliau karena kelulusanku. Tak kulewatkan kesempatanku untuk berphoto dengan beliau dan alhamdulillah photo itu sempat aku perlihatkan sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya (hhmm.. Penting??!!).
Sinar mentari sudah mulai naik keatas, Enin sudah harus disemayamkan, kami sekeluarga memutuskan untuk menyemayamkannya di Garut dan pukul delapan kita sudah harus berangkat. Saat itu jenazah enin sudah dibalut kain kafan, dan ketika kain kafan yang menutupi wajahnya akan segera diikat, semua keluarga berkumpul dan untuk terakhir kalinya melihat wajah beliau, seseorang yang sangat mulia, seseorang yang yang sangat kami sayangi, seseorang dari Istri, Ibu, Nenek dan buyut bagi kami. Kemudian satu persatu dari kami mengecup wajahnya untuk terakhir kalinya..

Selamat Tingal Enin..
I Love U...



In memoriam Siti Aminah binti Maksum
18/06/2009


Selasa, 09 Juni 2009

KADO UNTUK SAHABATKU…



Sebuah Judul yang sudah basi sepertinya karena entah berapa kali aku pernah membaca artikel dengan judul yang sama persis, tapi terlewat dari hal tersebut, yang penting kan isinya. karena isi dari tulisanku sekarang pasti berbeda karena tulisan ini kupersembahkan bagi seseorang yang sangat-sangat berbeda dari kebanyakan orang, seseorang yang kupikir adalah orang yang perfect untuk dijadikan sebagai adik, teman, sahabat.

Berawal dari mulai bergabungnya aku ke dalam perusahaan milik Om dan tanteku. Aku mengenal sosok yang benar-benar membuatku nyaman untuk kuajak bicara selain kata iya, tidak dan anggukan darinya kuanggap kalau dia mendegar apa yang kubicarakan dan mungkin sedang benar-benar memahami sosokku, yang mungkin baginya aku sangat-sangat tidak terduga “cablak,bawel,sok ceria, garing, dan super nyebelin”. Mungkin gumamnya juga “mahluk apa ini baru kenal sudah membongkar semua yang ada di pikirannya”. Sebenarnya tanpa sosok itu sendiri sadari, itu karena aku merasa sangat nyaman, selain nyaman kupikir sosok baru itu kuanggap mahluk yang langka (hehehhe becanda..)

Hari demi hari berlalu, tahun pertama sangat luar biasa aku merasa I think I found what I called Soulmate. And she is the one. Gila, konyol, gokil, kompak, perhatian dan selalu fun,fun dan fun. Dimana ada aku dia pasti ada. Hal yang belum pernah kualami aku alami dengan sosok yang seiring berjalannya waktu sudah tidak asing lagi dan sudah aku bilang teman paling awet bagiku. Tahun kedua dan ketiga semua itu masih tetap sama dengan aku yang selalu menjengkelkan dan dia yang selalu mengalah untukku, aku ingat saat-saat aku jatuh cinta, saat aku senang, saat aku terlalu over dalam segala hal, saat aku sedih, saat kuterpuruk, saat kusial, dia selalu ada untukku. “ingat kejadian ku di Masjid alun2, ingat saat ku kabur dari rumah, saat aku bertengkar dengan seluruh keluargaku, dialah sang ojek untukku yang selalu siap antar jaga kemanapun aku mau, saat aku selalu meninggalkannya secara tiba-tiba dan bersembunyi darinya karena dia selalu membuatku jengkel, saat kecurigaan terbesarku kepadanya, saat dia ikut berlari mengejar ketinggalanku, saat aku mendengar sendawanya yang luar biasa mengalahkan sendawaku, saat dia adalah korban pertamaku dan selalu menjadi korbanku kalau tiba-tiba gas beracunku keluar, saat aku membuatnya susah untuk tersenyum, saat aku mengerjai semua kebodohannya, saat akhirnya kubuat dia yang selalu minta maaf, saat aku kadang melakukan hal bodoh dan dia yang membantuku, saat menghisap nikotin bersama karena saking jenuhnya kita, selalu berdua di tengah lapang menikmati indahnya malam beserta minuman yang kupikir haram “Green Sands” (walaupun sebenarnya 0% alcohol), saat kita nongkrong di depan mini market kesayangan membicarakan bisnis kedepan, saat aku dan dia membicarakan kejahilan dan berbuat jahil untuk seseorang, saat aku berlagak jagoan dan dia dibelakangku yang akhirnya aku mundur bila terpaksa harus memukul, saat aku mengajaknya ke tempat yang asing baginya, saat kuucapkan salam perpisahan ketika kepergianku untuk beberapa bulan, saat aku menyanyikan semua senandung untuknya jika aku dibonceng olehnya, saat kita berdua mengejek orang ga kira-kira, saat kita berdua lagi datang sifat pemalunya, saat kita berdua merasa bahwa kita adalah orang termalang sedunia, saat dia menangis dan aku selalu membuatnya menangis, banyak hal selain dari yang aku ceritakan, lebih dari itu setiap kenangan kita akan selalu kusimpan dihati selamanya tidak akan hilang akan tetap membekas dihati, Dan akhirnya, terima kasih kuucapkan untukmu sosok seseorang yang kunamakan adik, teman dan Sahabat. Kupersembahkan kado ini untukmu..

Sebuah lagu untukmu yang membuatku merasa memiliki teman yang Perfect :

PERFECT

Hold my hand, stop crying now
Everything will be ok
I'm here to be your shelter
Good or bad We are together
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect
Because I have You
Because I have
YouMake me smile with your charm
I know You try so hard to make me proud
I'm here to be a shelter
Good or bad We are together
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect
Because I have You
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect
There are time We're upside down
But We'll always pull through
My life is perfect, my life is perfect
My life is perfect
Because I have You
Because I have You

Sabtu, 18 April 2009

Merasa sepi walau dalam keramaian..

“Di dalam keramaian aku masih merasa sepi, sendiri memikirkan kamu..”,, Cih! Naïf banget, bukan, bukan sepi hanya karena memikirkan seseorang atau siapapun itu, tapi memang dunia begitu sepi bagiku.. karena mau seramai apapun di tempat keramaian manapun tetap aku merasa sepi, merasa sendiri, itu semua karena..
“ketulian dan kebutaanku..”


Dan Tuhan Maha Adil atas segalanya…
teri
13/03/2009