Minggu, 21 Maret 2010

Berpikir Menggunakan Logika

Logikaku mengenai cinta sudah sangat tidak berlogika.
Logikaku memang tak berjalan sejak kumengenal Dia..
Belum pernah bertemu tetapi sudah merasa bahwa aku sangat menyayanginya.
Memang di dasar lubuk hatiku aku tetapmerasakan hal itu,
Tapi aku harus berpikir menggunakan logikaku sekarang.
Seperti yang saudara sepupuku bilang,
“teri kalo memang Dia itu mencintai teri, walaupun teri melarang dia untuk ngehubungin teri dia pasti akan tetap ngehubungin teri, namanya jatuh cinta itu pasti akan selalu dikejar akan ngebandel untuk membuktikan ketulusannya,sekarang sudah 2 bulan dia malah tambah menghilang. Itu artinya dia memang tidak pernah benar-benar mencintai teri”. Dengan perasaan kecewa aku menerimanya.
Mereka benar,pikirku. Aku merasa aku adalah mahluk paling bodoh saat menyadarinya, tapi aku ga boleh menyesali semuanya, anggap saja yang sudah berlalu biarkan berlalu, karena sekarang aku harus memikirkan keyakinan baru tentang cinta, yaitu kalo cinta itu harus menggunakan logika. Pasti!

Susahnya cari Pasangan…

Apa lagi yang musti ku perbuat?
Susah memang, cari yang pas dan sreg.
Wadaw!!
Ga ada kayaknya yang seperti di atas tadi.
Aku butuh cowo yang cerdas, tanggung jawab,dan kerja keras..
Hupfh..susah jug cing, nyebelin emang..
Ah, putus asa sich enggak..
Soalnya somewhere pasti Tuhan sudah mempersiapkan jodoh yang pas untuk kita.
Cuman kapannya itu yang bikin gregetan kayak lagu sherina.
Fiuhhh,, aku sudah lelah ujan-ujanan sendiri..
Sudah pegel nyender sama kursi kalo lagi baca..
Sudah pengen duet kalau lagi karaokean kayak acha dan irwansyah tapi ga pake maen film bareng..
Jadi kapan atuh?
Susah memang…
Sabar ya ris.. jadi ada yang berminat??
Segera hubungi aku di teriyakiteri@yahoo.com
Ditunggu ya…Heu` :D

Jumat, 19 Maret 2010

Seegois inikah kamu dith?

Hhhhmmm,,
Cinta seperti apa yang selalu kuharapkan?
Sumpah bukan cinta seperti ini, karena kamu tau dith, cinta seperti ini sudah pernah aku rasakan..
Rasanya sakit dith,,
Ditinggalkan orang yang memang sudah sangat kita sayangi,,
Aku tak pernah menyesal dengan apa yang sudah pernah kita lewatin.
Karena aku sudah sejak awal siap dengan apapun resiko yang akan aku dapatkan.
Aku benar-benar siap,dan aku serius.
Aku mencoba untk selalu maafin kamu..
Memang aku sendiri ga jelas kesalahan kamu apa dith,
Hanya sepertinya cinta kita itu terlihat semu..
Apalagi sekarang,, tapi semua bukan salah kamu..
Karena aku yang terlalu cepat menyimpulkan bahwa kamu memang untukku..
Dan aku selalu yakin bahwa kamu akan berjuang untukku..
Dan sekarang semangat itu hanya menjadi abu,, saking menggebunya api semangatku saking panasnya akhirnya terbakar dan hasilnya hanya setumpuk abu yang jika terkena angin akan terbang terbawa angin dan hilang..
Bukan kamu yang bodoh tapi aku, karena aku terlalu bodoh untuk mengiyakan yang memang sejak awal kamu sudah jelaskan bahwa ini semua tidak akan pernah berhasil dan kamu terlalu merasa kasian padaku untuk menunggumu..
Bukan kamu dith yang bodoh tapi aku, karena aku merasa yakin dengan perasaanku..
Dan dengan apa yang akan kau lakukan demi aku.
Tapi sekarang aku merasa semuanya adalah hal yang tidak mungkin
Aku dan Kamu dith..
Aku harap keegoisanmu membuatku merasa cukup dengan perasaan aku pernah mencintaimu dan sekarang aku akan melupakanmu..

akupun lupa cara menulis yang benar..


Kucoba untuk memulai semuanya dari awal, dimulai saat aku baru bangun sampai dengan  rasa lelah membuatku harus tidur dan  beristirahat. Mencoba membiasakan diri dengan hal yang berbeda dengan selalu menyunggingkan senyuman. Karena aku pikir memulai hari dengan senyuman adalah hal yang baik. Kemudian aku mulai melakukan sholat sunnahku,dhuha yang kulakukan, mama bilang jika memang membutuhkan sesuatu insyallah keinginan itu akan terwujud apalagi diiringi sholat dhuha. Karena memang aku sedang menginginkan sesuatu untuk masa depanku yaitu adalah calon imam bagiku. Imam yang akan membawaku ke kehidupan baru. Kemudian berangkat kerja dan menyibukkan diriku sampai waktu tak terasa sudah melewati jam pulang seharusnya. Karena aku sekarang lebih memilih menghabiskan waktuku untuk bekerja daripada hanya bengong di rumah, mungkin karena aku sedang menghindari hal yang sudah malas dan lelah aku membicarakannya. Aku sudah tidak ingin menyisakan waktuku dengan penuh kesia-siaan. Suatu hari saat keadaan hatiku belum begitu stabil aku lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Apalagi yang kulakukan selain menonton dan bengong. Tapi kedua orang tuaku mulai mengkhawatirkan keadaanku yang sangat diam. Seorang risma diam?? Tidak mungkin pikir mereka, akhirnya ibuku mengajakku mengobrol yang berakhir menjadi suatu pertanyaan kapan aku mengenalkan calonku.. ah,, aku tambah ingin menangis mendengar pertanyaannya. dalam hati kubergumam apa mama gat au bahwa hatiku sedang hancur, hancur karena kebodohan yang diciptakan olehku sendiri.
Rasanya ingin ku berlari dan berteriak, apa yang harus kulakukan?? Tuhan beri aku petunjuk.. setelah pembicaraan itu kusadari banyak hal aku memang tidakboleh terlalu sering di rumah dan membuat kedua orang tuaku khawatir. Dan akhirnya segudang aktivitas memang kulahaphabis-habisan. Sampai hari liburpun kuambil untuk menghasilkan sesuatu dan membuat sesuatu. Dan mengenai jodoh aku tetapakan memohon pada Sang Khalik. Kuserahkan semua padaNya dan seiring waktu dengan kesibukanku itu aku pasti bertemu dengan jodohku.. amien..