Rabu, 13 Juni 2012

Permintaan maafku kepada Nasi


Sudah beberapa hari ini, aku ga makan nasi, sebenernya lemes sich. Bukannya belagu atau  ga ada nasi, tapi memang lidahku, pengecap rasa di mulutku tak menyambut masuknya nasi di mulutku, aku ga tau kenapa setiap aku coba memakannya selalu saja rasanya mual. Ada yang salah dengan  pencernaanku kayaknya. Aku sering lupa makan, makan nasi juga jadi ga berasa. Atau mungkin masih trauma sama kasus nasi di padang kemarin. Nasinya itu ampyun busyet dech.. ga pulen banget. Rasanya hambar, keras. Pokoknya kayak beras raskin. Astagfirullah bukan aku ga bersyukur juga, tapi seperti yang aku bilang kayaknya ada yang salah dengan indera pengecapku dan pencernaanku. Aku sekarang malah lebih menikmati makanan berjenis roti. Bukan karena aku kenalan sama tukang roti, ataupun karena nonton film korea yang judulnya “bread, love and dream”, tapi sekali lagi indera pengecapku sedang menggandrungi makanan yang berjenis roti. Dan juga mungkin sekrang indera pengecapku sedang mulai jenuh dengan yang namanya nasi. Ckckckckk.. seandainya aku bisa melayangkan surat sama indera pengecap dan pencernaan, aku mau bilang. Belagu banget sich lu!! (dengan suara datar..). dari dulu selalu di ajarkan makan nasi, dan nasi adalah makanan pokok bangsa Indonesia sejak jaman dulu, dulu juga aku pernah nonton film jaman penjajahan kalau banyak orang yang meninggal karena memperjuangkan makanan pokok bangsa kita. Sekali lagi maaf nasi bukan aku sombong, dulu aku tak pernah menyisakan yang namanya dirimu, tapi kenapa sekarang kadang aku membuangmu, jadi daripada aku merasa berdosa aku lebih baik ga memakanmu. Mungkin nanti nasi, kalau aku sudah bosan dengan makanan berjenis roti aku akan memilihmu lagi untuk menjadi makanan pokokku.. :D terima kasih nasi karena selama ini kamu bersedia menjadi makanan pokokku. Salam sayang selalu untukmu.

Best regard.

Risma Chaerunnisa